Hari itu adalah hari libur sekolah, namaku adalah Sindi. Aku memutuskan untuk pergi ke rumah saudaraku di suatu desa yang sangat jauh dari perkotaan. Disana aku berlibur selama 5 hari..
Pagi ini aku bangun dan menuju ruang dapur untuk sarapan, Bibiku telah menyiapkan sarapan untukku. Selesai sarapan aku ke luar untuk melihat pemandangan yang indah di desa ini. Sewaktu berjalan tiba-tiba ada sepeda yang menabrakku dari belakang, aku pun terjatuh dan orang yang menabrakku itu langsung membangunkanku dan berminta maaf. Setelah itu dia memperkenalkan dirinya, namanya adalah Doni
Setelah kita berkenalan dia mengajakku ke sebuah bukit yang di atasnya kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah.
Dari kejadian itu kita selalu bertemu di bukit itu, kita bercanda sampai lupa waktu. Tiba-tiba dia mengatakan sesuatu “kamu ingat aku?”
Aku kebingungan
“aku doni, laki-laki yang berbadan gemuk, yang sewaktu kecil kamu selalu mengejekku”
Dari kejadian itu kita selalu bertemu di bukit itu, kita bercanda sampai lupa waktu. Tiba-tiba dia mengatakan sesuatu “kamu ingat aku?”
Aku kebingungan
“aku doni, laki-laki yang berbadan gemuk, yang sewaktu kecil kamu selalu mengejekku”
Memang dulu sewaktu kecil pernah tinggal disini selama 2 tahun karena Ayah dan Ibuku berpisah.
“Doni? yang dulu jatuh dari pohon gara-gara mengambil mangga di rumah Bibiku?”
“iya, aku Donimu yang melamarmu dulu memakai cicin dari karet”
“iya, aku Donimu yang melamarmu dulu memakai cicin dari karet”
Aku langsung ingat semua yang waktu kecil kita jalani
“Sindi, sudah sekian lama setelah kamu pergi dari desa ini. Aku selalu menunggumu setiap saat seperti janjiku dulu.. Dulu aku pernah bilang jika aku bertemu kamu lagi aku akan menikahimu”
Aku hanya terdiam…
“Apakah kamu mau menjadi kekasihku?” Tanya Doni kepadaku
Entah mengapa hati ini menjadi gelisah, sebenarnya aku juga mencintai Doni.
“Aku mau menjadi kekasihmu, tapi… besok aku akan pulang”
“Tak apa, aku akan menunggumu datang kembali disini”
Aku hanya terdiam…
“Apakah kamu mau menjadi kekasihku?” Tanya Doni kepadaku
Entah mengapa hati ini menjadi gelisah, sebenarnya aku juga mencintai Doni.
“Aku mau menjadi kekasihmu, tapi… besok aku akan pulang”
“Tak apa, aku akan menunggumu datang kembali disini”
Cerpen Karangan: Suci Dyah Nur Fatimah
Facebook: Suci Dyah
Facebook: Suci Dyah
Cerita Lentera di Langit Senja merupakan cerita pendek karangan Suci Dyah Nur Fatimah, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.
Komentar
Posting Komentar